Artikel
Detail Artikel

Belajar Geografi dengan Peta Timbul Buatan Sendiri

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number:
  • Views: 2648
  • Last Updated: 02/03/2013 11:56:48





Mata pelajaran Geografi dianggap kurang menarik dan membosankan, khususnya di SMP Negeri Rasiei Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Padahal mata pelajaran ini bisa jadi sangat menarik dan menyenangkan bila dipraktikkan serta ditunjang dengan alat peraga yang menarik. Seperti peta timbul buatan siswa sendiri.

Banyak guru geografi yang mengeluh karena siswanya kurang tertarik pada pelajarannya. Bagaimana caranya agar siswa mau menyimak pelajaran ketika guru menerangkan pelajaran geografi dengan menggunakan peta? Sebagai seorang guru yang berlatar belakang pendidikan geografi saya merasa galau dan gagal di dalam mentransfer materi geografi ketika saya memperhatikan banyak siswa yang apatis - padahal mereka bukan siswa yang autis - dan tidak tertarik ketika saya menyampaikan pelajaran geografi dengan menggunakan alat peraga peta yang terbuat dari kertas biasa.

Saat itu hari senin. Seusai upacara bendera, siswa kelas VII SMP Negeri Rasiei, masuk kelas untuk belajar. Namun seperti biasanya mereka tampak pasif dan kurang semangat di dalam proses pembelajaran geografi. Setelah saya menyajikan materi, saya tidak tahu diamnya mereka itu karena memahami materi yang saya sampaikan atau malah justru bingung dengan apa yang saya jelaskan. Kenyataan ini membuat saya berfikir keras, dengan cara apa saya bisa membuat suasana belajar di kelas menjadi aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan (PAIKEM). Akhirnya saya berinisiatif dengan menugaskan siswa untuk membuat alat peraga peta relief (peta timbul), dengan prinsip proses pembelajaran dari mereka, oleh mereka dan untuk mereka.

Pada pertemuan minggu berikutnya siswa mulai beraksi dengan tugas yang saya berikan. Mereka menyiapkan semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk praktik pembuatan peta timbul. Di dalam praktik ini masing-masing siswa memiliki peran yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya dengan maksud agar tidak terjadi tumpang tindih di dalam pengerjaan peta. Mula-mula saya memberikan instruksi dan cara kerjanya dan selanjutnya saya mengamati proses pekerjaan mereka.

Siswa tampak begitu aktif, kooperatif dan kreatif. Mereka begitu antusias sehingga tidak peduli lagi dengan peluh serta ceceran noda pewarna/cat di tangan mereka.

Di dalam proses pembelajaran saya meminta salah satu siswa untuk maju ke depan bergantian untuk menunjuk serta menerangkan kepada teman-temannya dimana letak wilayah kabupaten Teluk Wondama dan lain sebagainya. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Dengan biaya yang murah, siswa dapat lebih mudah memahami dan menggambarkan suatu wilayah. Siswa juga dapat menunjukkan dan menerangkan kepada teman-temannya mengenai simbol-simbol yang terdapat pada peta tersebut.

Akhirnya sekolah kami mendapat tambahan alat peraga baru bukan dari hasil pembelian dengan dana BOS melainkan hasil kreatifitas siswanya sendiri. Peta timbul tersebut menjadi salah satu kebanggaan sekolah kami karena peta tersebut tidak hanya berguna untuk pembelajaran di kelas, tetapi kemudian juga dijadikan salah satu andalan sekolah untuk mengikuti pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama di alun-alun kota Wasior. Luar Biasa!





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMP Negeri Rasiei
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Mata pelajaran Geografi bukan merupakan mata pelajaran favorit untuk sebagian besar siswa. Mata pelajaran ini dianggap kurang menarik dan membosankan, khususnya di SMP Negeri Rasiei Kabupaten Teluk Wondama. Padahal mata pelajaran Geografi bisa jadi sangat menarik dan menyenangkan bila dipraktikkan serta ditunjang dengan alat peraga yang menarik.

Tujuan praktik yang baik
:

Memanfaatkan segala potensi yang ada di sekitar kita guna memberi stimulan kepada siswa agar lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran Geografi.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Langkah & langkah yang dilakukan:

  1. Guru membagi tugas kepada seluruh siswa untuk menyiapkan keperluan praktik.
  2. Guru memberikan peran yang berbeda pada siswa di dalam pelaksanaan praktik pembuatan peta timbul.
  3. Guru menunjukkan bagaimana cara membuat peta timbul dan selanjutnya diselesaikan oleh siswa secara bersama.
  4. Bahan-bahan yang diperlukan dalam praktik:
    • Papan tipis (seperti mistar kayu) sebagai bingkainya.
    • Tripleks sebagai dasar/alas pembuatan peta.
    • Serbuk gergaji kayu sebagai bahan utama pembuatan peta.
    • Lem kayu untuk merekatkan setiap bagian.
    • Pewarna/cat untuk memberi warna setiap wilayah dengan warna yang berbeda.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

Meningkatnya kreativitas dan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran Geografi.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Muhammad Rafi Iriawan Habib
SMP Negeri Rasiei, Kab. Teluk Wondama, Papua Barat. (98362)
No. HP. 0813 44 782 641
Email: rafie_1983[at]yahoo.com





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Akmal Syahrur Rizal

  • hei
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • muzzamil

  • wah ! asyik juga . sebuah pembelajaran yang betul-betul meengaktifkan ketiga ranah kompetensi , yaitu kognitif, afektif dan psikomotor . Bravo ! semoga ini diikuti juga oleh guru - guru dari mapel lain . thanks
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • sukarno

  • dengan wapik kami dapat dengan cepat mengakses inovasi pembelajaran terutama bagi kami guru ips mencari bahan ajar seperti : peta, dlm geografi sejarah ekonomi dan lain lain sebaginya , intinya dengan wapik memudahkan pekerjaan guru.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: